Tampilkan postingan dengan label Tehnik Analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tehnik Analisis. Tampilkan semua postingan

Pertama kita harus memahami HIGH HIGHER(tinggi yang lebih tinggi) dan LOWER LOW(rendah yang lebih rendah) market biasanya bergerakan satu arah dalam beberapa indikator itu wajar,, contohnya harga HH dan osilator HH, dan harga LL osilator LL.. jika tidak, market mengalami perbedaan antara harga dan osilator, itulah mengapa ini disebut divergence/perbedaan,

Sebenarnya divergence ada 2 yaitu, REGULAR DIVERGENCE dan HIDDEN DIVERGENCE disini saya akan membahas REGULAR DIVERGENCE : regular divergence digunakan sebagai signal untuk pembalikan arah tren... jika harga membentuk Lower Low(LL) dan osilator membentuk Lower High(LH), maka ini disebut bentuk Regular Bullish Divergence.. biasanya pola ini terbentuk diakhir trend turun, dan mengindikasikan trend akan berbalik arah.. kemudian sebaliknya jika harga membentuk Higher High(HH) dan osilator membentuk Lower High(LH), maka ini dinamakan regular bearish divergence. dan terjadi diakhir tren naik..

Regular Bullish Divergence



Regular Bearish Divergence

nb :  
strategi forex tersebut  saya dapatkan di forum penulis tidak menanggung semua resiko loss yang dihasilkan dari strategi forex tersebut , untuk tanya lebih lanjut silahkan bergabung di forum tersebut.


Stochastic+Parabolic SAR digunakan dalam trading intraday. Sangat direkomendasikan untuk trading pada kurun waktu H1 selama pergerakan tren, saat flat strategi ini dapat digunakan pada timeframe yang lebih rendah.
Pengaturan dalam menggunakan indikator tersebut: Stokastik 7-10-4, levels 37 and 63. Parabolic SAR 0.01-2, MA Exponential-35-close.
Syarat Buy: pada saat MA langsung menghadap tren- naik, harga penutupan dalam candle sebelumnya berada di atas MA, Parabolic SAR berada di bawah grafk, Stokastik di atas 63.
Syarat Sell: Pada saat MA menghadap langsung pada tren-turun, harga penutupan pada candle sebelumnya berada di bawah MA, Parabolic SAR berada di atas grafik, Stokastik berada di bawah 37.
Syarat untuk close posisi: pada saat syarat-syarat open tidak lagi bertemu atau tidak lagi jelas

Agan Trader Sekalian,

Ane punya teknik cukup Simple untuk trading Scalping khususnya,
Indikator yang digunakan (digunakan di TF 5 M) : CCI (14) & Stochastic (5,3,3)
Grafik Candlestick, dan Zigzag
Time Frame Transaksi : 5 M

Time Frame Analisa Signifikansi Harga Naik/Turun : 1 H (Grafik Candlestick & Zigzag)

Take Profit : 3-10 Pips

Cara Kerja :
1. Lihat TF 1H, apakah harga cenderung naik/turun.
2. Apabila harga cenderung naik maka lakukan transaksi beli dengan indikasi TF 5 M :
   * Stochastic mulai Crossing dari bawah ke atas dan mulai melewati garis 20
   * CCI menunjukkan posisi akan naik dan mulai melewati garis -100
3. Apabila harga cenderung turun, maka lakukan transaksi jula dengan indikasi TF 5 M:
   * Stochastic mulai Crossing dari atas ke bawah dan mulai melewati garis 80
   * CCI menunjukkan posisi akan turun dan mulai melewati garis 100

Catatan : apabila agan melakukan transaksi beli ketika TF 1H menunjukkan cenderung turun, maka berhati-hatilah, karena ini sudah melawan arus di TF 1H. Begitu juga sebaliknya. Ini akan terjadi 50% profit dan 50% loss.

Akan tetapi kalau agan disiplin untuk melakukan point 1 s/d 3, maka profit yang didapat mencapai 90% dari trad yang agan lakukan.

Maaf apabila info ini kurang lengkap, mohon untuk diberi penjelasan untuk melengkapinya...

 
SILAHKAN ANDA COBA DULU DI DEMO ACCOUNT , SEBELUM ANDA MEGGUNAKAN NYA DI ACCOUNT REAL...

nb : 
strategi forex tersebut  saya dapatkan di forum penulis tidak menanggung semua resiko loss yang dihasilkan dari strategi forex tersebut

1. PROFIT jangka pendek…
Kalo menurut ane profit jangka pendek ini adalah cara bermain yang selalu mengandalkan sinyal, news dll, dan membuat keputsaan OP dengan mengandalkan EA scalping dll. Dimana mengandalkan pergerakan chart yang site way.

Ada juga yang mengandalkan sinyal dimana posisi harga tertinggi dan sinyal menyarankan untuk sell, dan mengaharapkan harga turun untuk mendapatkan profit yang banyak (tergantung dengan besarnya Lot pada saat OP tentunya…) begitu sebaliknya.. pada saat harga menunjukkan harga erendah dan sinya akan memerintahkan untuk buy. Dan mengharapkan harga naik dan mendapatkan keuntungan (tergantung dengan besarnya Lot pada saat OP tentunya…) dan biasanya cara ini dilakukan secara HIT n RUN… macam petinju aje heheheeee…

2. Profit jangka panjang
Menurut ane profit jangka panjang ini dilakaukan dengan proses transaksi yang sangat panjang tentunya.. bisa 3 bulan, 1tahun bahkan 10 tahun untuk mendapatkan profitnya.. ya cenderung bisa di katakana investasi. ( koreksi ane ya gan kalo ane salah…. Yuk di bahas bersama…)

Di sini saya akan menjelaskan teknik profit yang bisa di ambil jangka pendek dan panjang karena jenis transaksinya pastinya konsisten dan lama serta panjang. (map kalo penjelasan ane membingungkan, maklum newbie dan sering MC lagi hik…hik..hik…) berawal dari baca baca dari Forum ini dan sebelah saya memutuskan untuk mengalihkan pola piker saya. Artinya bagaimana kalo missal dengan membuat EA yang membuat kita menjadi pemborong mata Uang, atao bahkan kita memborong semua jenis logam.. ( wah kok belagu banget ya…hehehe santai gan.. kita mainnya di cent kok gan..) btw ane terusin lagi gan..

Artinya begini gan.. missal kalo kita buy dan lakukan sell di waktu yang bersamaan di titik tengah chart.Maksutnya missal kita main di logam. 
 Contoh di perak. Di ditik tengah dari harga tertinggi missal 44.00 dan harga terendah 26.00, artinya titik tengahnya adalah 35.00. betul…
Jika kalo di titik ini kita pake EA martingale untuk Buy dan martingale untuk sell secara bera samaan maka apa yang terjadi??
Eng… ing… eng… yang terjadi adalah pada saat harga turun kita dapat keuntungan dari sell.. begitu pula pada saat harga naik, maka kita dapat keuntungan dari buy.. betulll…….

Loh kayaknya ada yang kurang ni, bagai mana nasib buy pada saat harga turun, dan nasih sell pada saat harga naik.. jawabannya adalah karena kita mengunakan ROBOT AE martingale maka koreksilah yang akan menjawab nasibnya sell pada saat harga naik dan buy pada saat harga turun.. betul… maka anda bisa membayangkan profit yang siap anda dapatkan…. ( apakah ini bisa dikatakan scalping??? Yuk kita bahas…)

Demikian dulu penjelasan dari ane… ane nunggu respon dari mastah2 yang sudah berpengalaman…

SILAHKAN ANDA COBA DULU DI DEMO ACCOUNT , SEBELUM ANDA MEGGUNAKAN NYA DI ACCOUNT REAL...

nb :
strategi forex tersebut saya dapatkan di forum penulis tidak menanggung semua resiko loss yang dihasilkan dari strategi forex tersebut

Indikator Fractals

Fractals
Semua pasar ditandai dengan stabilitas harga selama periode waktu yang lama dan hanya kadang-kadang (15-30% dari waktu) perubahan trend dapat terjadi. Periode yang paling menguntungkan adalah ketika harga di pasar berubah sesuai dengan tren yang pasti.

Fractals , salah satu dari lima indikator Bill William yang memungkinkan untuk mendeteksi bawah atau atas. Penentuan Teknis ke atas.
Fractals adalah kisaran minimum 5 bar berurutan di mana dua bar dengan maksimal lebih rendah ditempatkan sebelum dan sesudah maksimum tertinggi. Konfigurasi Bertentangan (kisaran lima bar di mana dua bar dengan minimum lebih tinggi sebelum dan setelah minimum terendah) adalah ke bawah fraktal. Pada Fraktal grafik memiliki nilai tinggi dan rendah, mereka ditunjukkan oleh panah bawah dan atas.

Sinyal dari Fraktal indikator teknis harus disaring oleh Alligator indikator teknis. Dengan kata lain, Anda tidak perlu membeli jika Fractal lebih rendah dari gigi Alligator, dan Anda tidak harus menjual jika fraktal di atas gigi Alligator. Setelah sinyal Fractal terbentuk dan memiliki kekuatan, yang dikonfirmasi oleh posisinya di luar mulut Alligator, itu tetap sebagai sinyal sampai terserang atau sampai sinyal Fractal baru muncul.

Indikator Bollinger Bands

Bollinger Bands , indikator ini dibuat oleh John Bollinger sekitar tahun 1980, sebenarnya indikator ini ada tiga garis tapi pada kenyataannya hanya dua garis.

Garis pertama adalah Upper line, dan garis kedua adalah Bottom Line.


Setiap indikator tentulah punya karakter masing-masing. Begitu juga dengan indikator satu ini. Satu hal yang unik yang dimilikinya adalah Bollinger Bands memampukan tiap-tiap orang menginterpretasikan indikator ini dengan caranya masing-masing. Bahkan John Bollinger sendiri, pencipta indikator ini mengatakan bahwa hal yang paling menarik dalam analisa menggunakan Bollinger Bands adalah memperhatikan bagaimana setiap orang menggunakannya.
Meski ada beberapa aturan baku dalam Bollinger Bands, tetapi bisa saja trader satu dengan trader lainnya memiliki cara yang berbeda dan penggunaan yang berbeda dalam memakai Bollinger Bands.

Berikut adalah karakter umum yang berlaku pada Bollinger Bands:
  • Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action.Harus diapakai bersama indikator lainnya. Tentukan salah satu indikator yang terbaik bagi Anda sebagai indikator action, namun jangan memakai indikator action lebih dari satu. Beberapa indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic ataupun momentum.
  • Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar dari sabuk. Ini dapat berarti akan terjadi reversal atau malah sebaliknya penguatan trend yang sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya kita dapat melihat indikator action yang kita pakai.
  • Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga berpengaruh disini. Semakin kecil periode yang dipakai maka lebar sabuk akan semakin kecil dan demikian sebaliknya. 
http://masterinstafx.blogspot.com/2011/11/indikator-bollinger-bands.html

Stochastic Oscillator adalah indikator yang menunjukkan lokasi harga penutupan terakhir dibandingkan dengan range harga terendah / tertinggi selama periode waktu tertentu.
Stochastic Oscillator , dikembangkan oleh George C. Lane di akhir tahun 1950-an.

Ada 3 macam tipe Stochastic Oscillator :  Fast, Slow , dan Full. Biasanya yang paling sering digunakan adalah Stochastic Oscillator Fast dan Stochastic Oscillator Slow . Namun kebanyakan trader lebih menyukai Stochastic Oscillator Slow karena menurut trader sangat mudah dibaca.



Cara penggunaanya yaitu :
  1. Nilai Stochastic Oscillator di atas 80 dikatakan Overbought , dan nilai Stochastic Oscillator diatas 20 dikatakan Oversold . Tapi terkadang indikator ini kadang tidak 100% akurat, karena suatu mata uang harganya sudah overbought kemungkinan masih bisa bergerak ke atas lagi. demikian juga sebalikannya pada saat oversold.
  2. Sinyal beli dan juga jual juga bisa dilihat dari garis %K dan %D, Jika %K memodtong %D keatas , bearti sinyal beli. Sedangkan bila %K memotong %D ke bawah bearti sinyal jual. 
source : http://masterinstafx.blogspot.com/2011/11/indikator-stochastic-oscillator.html

Indikator Alligator

Alligator adalah salah satu dari sistem trading ciptaan Bill William. Pada prinsipnya Alligator adalah Kombinasi dari penggunaan garis Moving Average (MA). Ada tiga garis MA yang digunakan

Support & Resistance

Sering kali pada saat kita mengamati chart, harga hanya bergerak naik hingga ke titik tertentu, kemudian rebound, kemudian naik lagi, rebound lagi, dst, seperti ada tembok di harga tersebut.

Prinsip dasar penyebab harga turun adalah, karena ada yang jual, karena ada yang jual, maka supply di pasar meningkat, dan berdasarkan hukum keseimbangan ekonomi, jika supply meningkat, maka harga akan turun.

Nah, pertanyaan berikutnya, mengapa mereka jual di harga tersebut? kok ga di harga lain (beberapa menanyakan, kok ga di harga yang sama dengan posisi sell saya ?... )

Dalam pasar finansial, hal tersebut dinamakan support dan resistance.

Support adalah titik tertentu dimana secara psikologis banyak orang akan membeli instrumen, gampangnya, kira2 dimana harga akan rebound setelah turun.

Resistance, adalah kebalikan dari support, titik tertentu dimana secara psikologis banyak orang menjual instrumen, gampangnya, kira2 dimana harga akan rebound setelah naik.

Ibaratnya anda sedang menimbun minyak. Harga 1 Januari adalah 10000 per botol. Pada tanggal 3 Januari, harga naik menjadi 12000 per botol. Tentu anda tidak langsung beli pada harga 12000 (kecuali terpaksa). Anda akan menunggu harga turun sedikit, baru beli lagi. Ternyata pada tanggal 5 Januari, harga turun menjadi 10000. Maka secara psikologis, anda akan berpikir.. wah, sudah turun seperti dulu, boleh lah saya beli...

Sama, di forex juga berlaku prinsip ini.. Wah EURUSD sudah turun serendah minggu lalu, boleh lah beli...

Nah ternyata pada 7 Januari, harga minyak naik menjadi 15000 per botol, lalu pada 9 Januari turun menjadi 12000. Maka pada 9 Januari secara psikologis, akan timbul pikiran untuk membeli minyak (dengan dasar pemikiran : sudah turun banyak, dan susah kalau mau turun hingga 10000 lagi... ), maka anda beli lagi di 12000.

Lalu pada 10 Januari, harga minyak jadi 10000, maka anda akan berpikir (wah, murah banget, sama seperti yang dulu lagi)... maka akan membeli minyak, lebih banyak dari biasanya. Karena secara alamiah, anda akan berpikir 10000 tersebut murah banget, dan mungkin harga selanjutnya tidak akan turun menjadi 10000 lagi.

Prinsip ini kurang lebih sama dengan yang terjadi di forex. Pada saat level tertentu (support), para trader (baik kecil maupun besar) akan berpikir harga ini sudah cukup bagus untuk dibeli..

Setiap bank, institusi keuangan, dll memiliki tim riset yang memperkirakan nilai support & resistance. Tidak ada rumusan pasti untuk menghitung support, cukup banyak hal yang bisa dijadikan support, misalnya :
- Angka bulat (0,20,50,80 -misal EURUSD 1.2320, 1.2600, dst) karena kebanyakan perusahaan suka membeli di angka bulat
- Harga terendah sejak x menit terakhir, x jam terakhir, x hari terakhir, dst
- Dari indikator seperti moving average, dll
- Volume order di harga tertentu (di platform ECN kita bisa lihat volume)

Untuk resistance, maka kebalikannya, harga tertinggi sejak x menit, jam, dst.

Nah nilai-nilai yang dirilis para analis dan tim riset tersebut biasanya diikuti banyak trader. Semakin banyak yang mengikuti, maka akan semakin besar pengaruh terhadap harga.

Contoh, analis X memperkirakan support EURUSD di 1.2500, maka bila banyak yang membaca dan mengikuti, akan banyak sekali buy di 1.2500 yang membuat harga tersebut susah ditembus.

Support & Resistance ini adalah informasi yang bukan menggambarkan trend, lebih banyak membantu, dimana sebaiknya kita mulai masuk pasar, atau dimana sebaiknya kita keluar dari pasar.

Untuk analisa trend, bisa menggunakan Analisa Teknikal dan Fundamental.

Contoh: 
This article was originally published in forum thread: Support dan Resistance started by white_tiger View original post

Seperti namanya, Moving Average merupakan indicator yang akan memberikan nilai rata-rata dari pergerakan harga. ada beberapa parameter yang harus diinput saat menjalankan indicator ini
- Period = Jumlah bar/candle yang akan diambil nilainya dhitung dari candle terakhir
- Shift = Memajukan nilai moving average beberapa candle sesuai yang di input
- MA Method = Metode yang akan digunakan dalam menghitung nilai rata-rata
- Apply to = data candle yang akan dihitung nilai rata-ratanya




misal Period diisi 15 dan Apply to low, maka Moving Average akan menampilkan nilai rata-rata harga terendah dari 15 candle sebelumnya.
dan begitu juga jika Apply to High, maka Moving Average akan menampilkan nilai rata-rata harga tertinggi dari 15 candle sebelumnya




biasanya indicator ini digunakan untuk mengetahui trend harga. jika harga berada di atas nilai Moving Average maka trend up, dan begitupun sebaliknya jika berada di bawah Moving Average maka trend down.

tetapi dalam pengembangannya, indicator ini juga bisa digunakan seperti:
-menentukan pivot point.
-mengambil sudut angel dari moving average untuk menentukan apakah harga hanya reversal atau sudah membentuk trend baru.
-entry point dari titik cross dua MA

dan masih banyak lagi fungsi-fungsi MA yang diterapkan ke custom indicator




Moving Average memiliki beberapa method atau jenis perhitungan

Simple Moving Average (SMA)
Perhitungannya dengan menjumlahkan harga yang akan dihitung dibagi dengan period.
Contoh:
kita akan mencari nilai SMA dari 5 close price tiap candle, yang nilai close masing-masing candle adalah 5,7,2,9,3
Code:

SMA=(5+7+2+9+3)/5=5,2

Exponential Moving Average (EMA)
nilai EMA bisa dihitung menggunakan rumus berikut



dilihat dari rumus di atas sangat mudah untuk menghitung nilai EMA karena hanya membutuhkan nilai harga sekarang dan nilai EMA sebelumnya. tapi jika diteliti lagi, darimana kita mendapatkan nilai previouse EMA ? yah kalau ada lagi data sebelumnya tinggal jawab aja dari EMA sebelumnya lagi

sebenarnya EMA previouse itu adalah nilai SMA
contoh perhitungan:


nah data previouse EMA yang ke 6 itu diambil dari perhitungan:
(25+24+28+24+26+27)/6 = 25,666667 (sama dengan menghitung nilai SMA)

nah dari pernyataan diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa EMA akan memberikan signal lebih dini dibanding SMA.
Smoothed Moving Average (SMMA)
SMMA memiliki perhitungan bertahap.
- untuk menghitung nilai SMMA awal sama dengan menghitung SMA yaitu (total data dibagi period)
- untuk nilai SMMA ke dua dan seterusnya menggunakan rumus
Code:

SMMA(i) = (SUM1-SMMA1+applied price)/period

contoh:
kita akan menghitung nilai SMMA menggunakan period 3, dari data 1,2,3,4,5,6,7 dst bertahap dari 3 bar pertama
SMMA = (PRICE 1 + PRICE 2 + PRICE 3)/PERIOD
SMMA = (1+2+3)/3 = 2

lalu SMMA pada bar ke 4 dihitung menggunakan rumus:
SMMA = (PREVIOUS SUM - PREVIOUS AVG + data ke 4) / PERIOD
SMMA = (6 - 2 + 4) / 3 = 8 / 3 = 2,67

SMMA pada bar ke 5
SMMA = (8 - 2,67 + 5) / 3 = 10,33/3 = 3,44

SMMA pada bar ke 6
SMMA = (10.33 - 3.44 + 6) / 3 = 12.89 / 3 = 4.30
dst...
Linear Weighted Moving Average (LWMA/WMA)
Pembobotan nilai pada WMA tergantung dari period yang kita tentukan.
semakin besar period maka semakin pesar pembobotan nilai perhitungannya.

WMA bisa dihitung menggunakan rumus berikut



contoh perhitungan



jadi dari type2 moving average di atas mana yang paling akurat untuk digunakan ?? jawabannya tergantung dari tradernya. jika selalu trading short term mungkin bisa menggunakan EMA / WMA karena lebih cepat memberikan signal perubahan trend. dan karena perubahan trend yang sangat cepat itu mungkin para trader long term akan lebih memilih SMA/SMMA untuk mengurangi false signal.

This article was originally published in forum thread: Analisa Teknikal - Moving Average started by chandrawg

MACD

MACD dikenal sebagai alat analisis yang paling sederhana setelah MA dalam mengambil suatu tindakan – tidakan penting untuk mengambil keputusan bertransaksi. Garis yang digunakan merupakan dua buah garis MA type “Exponential” dimana type ini memberikan prioritas lebih terhadap data terakhir untuk pengambilan rata – rata harga dan merupakan type yang paling sensitive di MA.

Untuk teknik menganalisanya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan MA, hanya saja kita tidak dapat menentukan sebagai ind ikator kenaikan atau penurunan tapi digunakan sebagai analisa momentum untuk menganalisa kecenderungan suatu trend. Untuk standarisasi periode Fast EMA Periode menggunakan 12, Slow EMA Periode 26 dan MCAD SMA Periode 9, akan tetapi ini masih dimungkinkan anda untuk mengubahnya sesuai dengan kondisi yang lebih reprentatif.



Berikut teknik pembacaan pada analisa MCAD:

  • Positif Divergence (Indikasi terjadi Bullish);

Keadaan bila suatu harga pada tren penurunan sementara ind ikator MCAD telah berada dalam tren naik, pada kondisi seperti ini harga akan mengikuti gera kan ind ikator dan kondisi seperti ini menginformasikan kepada kita bahwa harga akan segera menguat.

  • Negatif Divergence (Indikasi terjadi Bearish);

Kebalikannya dengan Positif Divergence, dimana harga pada tren naik tapi ind ikator MCAD tengah berada dalam tren penurunan, informasi yang bisa kita ambil adalah akan segera terjadi penurunan harga.

  • Bullish/Bearish MA saling bersilangan (Cross Over);

Titik potong atau garis persilangan antara EMA, merupakan titik peralihan dari suatu tren. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. Lingkaran hijau yang paling atas mengidentifikasikan akan terjadi bearish, sedangankan perpotongan garis pada dua lingkaran di bawah daerah negative divergence mengidentivikasikan akan terjadi Bullish.



  • Bullish/Bearish Centerline;

Identifikasi ini muncul ketika MCAD bergerak melintasi garis nol atau yang di sebut dengan Center Line yang merupakan pemisah antara divergence positif dan negative. Hal ini mengidentifikasikan telah terjadi perubahan Momentum dari negatif atau positif, atau Bearish ke Bullish. Identifikasi ini mirip dengan Crossover akan tetapi bedanya pada Centerline yaitu peru bahan Momentum atau trend yang lebih bersifat jangka panjang.

Bearish Centerline Crossover ( indikator peralihan momentum dari Bullish ke Bearish) ditandai ketika garis MCAD menembus Center line dari atas.

Bullish Centerline Crossover ( ind ikator peralihan momentum dari Bearish ke Bullish) ditandai ketika garis MCAD menembus Center line dari dari bawah.

  • Oversold/Overbought;

Mungkin anda dari tadi ketika membaca bahasan ini anda bertanya – tanya tentang fungsi Histogram yang menghiasi pada garis Centerline. Disinilah kita akan menggunakan Histogram ini untuk menentukan kapan kondisi Overbought dan Oversold.

Kondisi Oversold merupakan kondisi jenuh jual yang merupakan indikasi kenaikan harga. Sedangakan Overbought merupakan kondisi jenuh beli yang merupakan identifikasi penurunan harga. Untuk penentuan konsisi ini sangat lah subjektif tergantung kita menentukannya, asumsi kita gunakan di sini dengan patokan TrigerLine atau garis – garis Histogram yang sudah kita tentukan. Perhatikan gambar diatas digunakan garis asumsi dimana didapat dari data sebelumnya yang menggabarkan kondisi sama, dimana garis itu akan menunjukkan ke kita bawah bila bila Triger Line melewati atau memotong garis asumsi dengan frekuansi yang sering maka kita bisa menentukan apakah kondisi saat ini Overbought atau Oversell.

Channel

Channel merupakan suatu teknik untuk mempermudah analisa secara visual, fluktuatifnya harga suatu mata uang dapat dia analisa dengan menggunakan teknik ini. Teknik dari analisa ini adalah dengan pengelompokan data menurut skala waktu tertentu.

Teknik ini merupakan pengembangan dari garis support dan resistance, hanya saja dengan menggunakan channel kita bisa mengetahui fluktuatif suatu nilai mata uang apakah mendatar, naik ataupun turun.


Divergence

Ditinjau dari arti kata Divergence mempunyai arti perbedaan, dalam analisa technical perbedaan yang di maksud adalah perbedaan antara tren suatu pergerakan mata uang dengan pergerakan sebuah ind ikator technical.

Ada dua macam jenis Divergence yaitu Divergence Positif dan Divergence Negatif :

  • Divergence Positif merupakan kondisi dimana harga suatu mata uang dalam tren penurunan sementara Ind ikator teknical analisis berada dalam tren penguatan. Hal yang sering terjadi harga akan segera menyesuaikan dengan mengikuti pergerakan dari ind ikator dan hal ini menginformasikan bahwa harga akan cenderung menguat.
  • Begitu juga sebaliknya, Divergence Negatif merupakan kondisi dimana tren harga pada kondisi kenaikan akan tetapi ind ikator menunjukkan tren penurunan, dimana bisa ditarik kesimpulan untuk mengambil keputusan bahwa harga akan segera mengalami penurunan

Momentum dan ROC (Rate Of Change)

Pasti yang pertama kali timbul di benak kita dalah mengapa saya menggabungkan kedua indikator ini dala satu bahasan yang sama? Jawabannya karena sebenarnya kedua indikator ini adalah serupa. Sama-sama indikator yang berfungsi sebagai perbandingan terhadap harga yang lalu dan sama-sama memiliki pattern yang sama.

Lalu apa bedanya sehingga keduanya di namakan indikator yang berbeda kalau keduanya sama? Ya, ini serupa tapi tidak sama. Perbedaannya hanya pada cara penghitungannya. Kalau pada ROC perhitungan dilakukan dengan membandingkan harga sekarang dengan harga pada periode yang lalu, pada momentum perhitungan dilakukan dari selisih harga sekarang dengan harga pada periode lalu.

Secara matematis ROC dan Momentum ditulis sebagai berikut:

Image Image

X = Closing price sekarang
Y = Closing price waktu yang lalu sesuai periode yang ditentukan

Nah, hampir sama bukan? Yang satu di bagi yang satu dikurangi. Hasilnya terlihat pada gambar dibawah ini. Sama persis pattern yang terbentuk, hanya saja nilainya tentu saja berbeda.



Grafik GBP/USD, 1 hour. Diambil 12 Juli 2005. Sumber : www.netdania.com

Jadi, apakah kegunaan kedua indikator ini akan sama persis satu sama lainnya? Benar sama. Mungkin nilainya saja yang berbeda sehingga batasannya akan berbeda untuk overbought / oversold. Namun dalam penafsirannya adalah sama dan kembali pada Anda mana yang lebih Anda sukai. Jika Anda menyukai dalam bentuk persentase, gunakan ROC dan sebaliknya bila yang diinginkan adalah bentuk nol koma sekian-sekian, gunakan momentum.

Supaya Anda semakin jelas saya berikan contoh perhitungannya. Pada contoh ini, periode yang saya pakai adalah 10.

No

Closing Price

ROC

Momentum

1

1.7632

-

-

2

1.7598

-

-

3

1.7604

-

-

4

1.7635

-

-

5

1.7698

-

-

6

1.7701

-

-

7

1.7712

-

-

8

1.7765

-

-

9

1.7750

-

-

10

1.7732

-

-

11

1.7725

= (1.7725/1.7632) x 100 = 100,52745

= 1.7725 – 1.7632 = 0,0093

12

1.7724

100,71599

0,0126

13

1.7736

100,74983

0,0132

14

1.7798

100,924298

0,0163

15

1.7780

100,463329

0,0082


Sudah semakin jelas? Harus itu!!

Mungkin bagi Anda yang sudah sering bermain dengan saham atau menggunakan source lain agak bingung dengan rumus yang saya kemukakan diatas karena beberapa buku atau web menyebutkan rumus ROC (misal dengan periode 10) tidak demikian namun seperti ini :

ROC = 100 * (Today's close - Close 10 periods ago) / (Close 10 periods ago)

Beberapa situs web luar memang menyebutkan rumus diatas dengan ROC, namun sebenarnya itu adalah P ROC yaitu Price Rate of Change. Pada P ROC perbandingan bukan saja diambil dengan pembagian harga sekarang dengan harga periode lalu namun lebih menyerupai rumus efisiensi yaitu penutupan harga sekarang dikurangi periode lalu baru dibagi dengan harga periode lalunya dan dikalikan 100. Cara ini sah-sah saja dan mana yang Anda sukai silakan gunakan. Yang jelas mohon maaf jika tidak saya tampilkan P ROC disini karena memang chart untuk itu tidak tersedia pada www.netdania.com dan lagi pula memiliki penafsiran yang sama dengan momentum atau ROC yang akan saya terangkan berikut.

Untuk memudahkan penjelasan, akan saya terangkan penggunaan indikator Momentum. Mengenai ROC, akan sama dalam penggunaannya dengan momentum, begitu juga dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Using the Momentum

Pernah belajar Fisika waktu SMP atau SMA dulu? Jika pernah, pasti kita pernah diberikan materi mengenai hukum Newton . Salah satu hukum tersebut membahas mengenai inersia benda-benda yang bergerak.

Maksudnya begini, jika sebuah benda yang sedang bergerak oleh karena sebuah gaya dikenakan padanya, maka setelah gaya pendorong tersebut tidak lagi dikenakan pada benda tersebut, benda tidak langsung berhenti tetapi kecepatannta akan berkurang secara perlahan-lahan sampai berhenti sama sekali. Ini terjadi karena adanya sifat inersia pada benda tersebut.

Inersia sendiri didefinisikan sebagai keberadaan sebuah benda untuk tetap mempertahankan posisi dirinya terhadap titik acuan tertentu. Bila benda tersebut bergerak maka dia akan terus bergerak jika tidak ada gaya yang menghambatnya (dibumi gaya penghambatnya adalah gaya gesek). Besarnya berbanding lurus dengan konstanta dan massa benda dan dikalikan dengan kuadrat jari-jarinya.

Ok, kita tidak berlama-lama dengan fisika. Kita sedang berusaha mencari uang disini, bukan sedang sekolah. Namun, demikianlah yang terjadi pada pergerakan sebuah harga. Jika gaya pendorong harga untuk naik/turun sudah berkurang atau bahkan tidak ada lagi, maka trend tidak begitu saja berhenti dan segera berbalik, namun akan berkurang perlahan-lahan sampai akhirnya baru berhenti total karena gaya ‘inersia-nya' (tentu saja bukan inersia betulan karena ini harga bukan benda yang punya jari-jari!!).

ROC dan momentum digunakan untuk mengukur laju pergerakan ini. Jika sebuah trend akan segera berakhir maka momentum pergerakan akan berkurang sampai akhirnya menembus centerline-nya yang menandakan trend sudah berlalu dan digantikan dengan trend yang baru.

Salah satu kelebihan pada kedua indikator ini adalah kemampuannya untuk melihat apa yang kemungkinan terjadi didepan karena dapat memberikan sinyal yang lebih dahulu akan pengurangan momentum yang akan diikuti oleh berakhirnya trend dan perubahan arah. Namun demikian, sama seperti RSI yang memiliki kelebihan dengan kesensitifannya, maka kedua indikator ini pun memiliki kelemahan sehingga tidak boleh digunakan sebagai indikator utama untuk penentuan buy/sell. ROC dan momentum lebih baik digunakan sebagai approval dari indikator lainnya guna menguatkan hasil analisa kita mengenai apa yang akan segera terjadi.

Kegunaan lain dari kedua indikator ini adalah untuk mengetahui kondisi overbought /oversold yang berarti akan segera terjadi perubahan arah harga. Harap diingat selalu perubahan arah harga tidak akan terjadi sampai indikator meninggalkan area overbought/ oversell yang kita buat. Dan kembali jangan dilupakan bahwa batasan overbought/ oversold disini nilainya dapat saja berbeda antara pair satu dengan pair lainnya bahkan sebuah pair pun dapat bebeda dari waktu ke waktu dalam area ini. Singkatnya apabila batasan overbought /oversold yang kita buat sudah seringkali menimbulkan false signal, itu saatnya kita menentukan batasan yang baru.

Perhatikan gambar dibawah ini:

Grafik EUR/USD, 1minute. Diambil 13 Juli 2005. Sumber : www.netdania.com

Untuk batasan kali ini saya memakai -0.0004 untuk batasan oversold dan 0.0005 untuk batasan overbought. Silakan bereksperiman untuk menentukan batasan-batasan lainnya.

Lalu apakah gunanya centerline pada indikator ini? Kegunaan centerline pada momentum sebenarnya sama dengan garis 50 pada RSI. Hanya saja terus terang dibandingkan RSI yang cukup valid, penembusan garis momentum terhadap centerline seringkali menimbulkan false signal. Itu sebabnya jarang sekali centerline ini dipakai. Namun tidak ada salahnya jika mau Anda coba.

Pertanyaan lainnya yang sama adalah bisakah kita mengurangi false signal pada momentum dan ROC dengan memberikan MA pada mereka? Tentu saja bisa. Selain dengan pemilihan periode yang tepat, sangat disarankan indikator ini juga dimuluskan dengan memakai MA periode kecil.

Perhatikan contoh dibawah ini:

Grafik EUR/USD, 15minute. Diambil 16 Juli 2005. Sumber : www.netdania.com

Pada daerah yang saya berikan lingkaran oranya tampak seolah-olah momentum sedang menembus centerline yang berarti akan terjadi perubahan arah pergerakan harga karena berakhirnya momentum bearish. Namun jika kita memberikan MA dengan 5 periode terlihat bahwa sebenarnya ini hanyalah false signal. Terbukti pada pukul 05.00 (diberi garis biru), harga malah kembali turun bahkan menurun drastis menuju 1.2082 dari sekitar 1.2180. Ini berarti penurunan sebanyak 100 point. Cukup besar pengaruhnya bila dalam real account.

Sumber :
  • "Syamsir, Hendra. "Solusi Investasi di bursa saham" Alex media Komputido, 2005.
  • Belajarforex.com


merupakan metode paling sederhana dan yang paling banyak digunakan dalam menganalisa suatu pergerakan mata uang. Secara sederhana untuk menganalisa dengan menggunakan MA yaitu dengan melihat titik temu garis MA dengan harga index. apabila garis MA diatas garis index maka trend mata uang tersebut turun dan begitu juga sebaliknya bila garis MA di bawah garis index maka tren akan segera naik. Sederhana bukan.

MA
merupakan metode paling sederhana dan yang paling banyak digunakan dalam menganalisa suatu pergerakan mata uang. Secara sederhana untuk menganalisa dengan menggunakan MA yaitu dengan melihat titik temu garis MA dengan harga index. apabila garis MA diatas garis index maka trend mata uang tersebut turun dan begitu juga sebaliknya bila garis MA di bawah garis index maka tren akan segera naik. Sederhana bukan

RSI berfungsi untuk menghitung perbandingan antara daya tarik kenaikan dan penurunan harga, yang diterjemahkan ke dalam indikator yang memiliki selang nilai 0 - 100. analisa penting yang dihasilkan oleh RSI dalam pergerakan mata uang adalah :

  • Konformasi kejadian Overbought/Oversold atau titik jenuh pembelian dimana indikasi untuk segera melakukan jual atau titik jenuh penjualan dimana harga akan segera naik sebagai indikasi untuk melakukan aksi beli;
  • Konformasi kejadian positif atau negative divergence;
  • Konformasi gerakan, menganalisa trend yang akan terjadi.
Kombinasi MA dengan RSI, hal yang pertama kali kita lakukan adalah dengan menentukan periode dari MA. tidak ada aturan dalam pengaturan periode ini hanya saja sesuaikan garis MA sesuai dengan pergerakan index sebelumnya, atur garis MA agak sedikit rapat dengan garis index dan catat periodenya. Kemdian ubahlah periode RSI sama dengan periode dari MA.
Setelah itu lihat di mana letak dari RSI berada apakah di bawah 20 atau diatas 80?
Satu contoh untuk anda, bila RSI di bawah 20 maka anda dapat menyimpulkan kalo kondisi sekarang pada Oversold dimana dimungkinkan akan terjadi kenaikan. Akan tetapi tunggu dulu sebelum menentukan transaksi lihat juga posisi MA apakah mau menyinggung garis index apa tidak? kalo seandainya dimungkinkan akan menyinggung dan akan berpotongan dengan garis index maka posisi saat ini sangat bagus untuk beli. Tapi jika anda masih ragu, cek ulang dan lakukan variasi terhadap periode yang telah anda buat


Support dan Resistance

Basic Technical Analyst

Nilai atau harga dari suatu mata uang sangat ditentukan oleh keseimbangan antara supply dan demand. Dimana bila terjadi kelebihan supply atas demand, maka harga akan jatuh dan begitu juga sebaliknya bila kelebihan demand diatas supply maka harga akan naik.

Support merupakan kondisi harga suatu mata uang dimana permintaan terhadap kebutuhan pasar sudah dapat dipenuhi untuk menghentikan penurunan harga lebih lanjut.

Resistance merupakan kondisi harga suatu mata uang dimana permintaan terhadap kebutuhan pasar suddah dapat dipenuhi untuk menghentikan kenaikan suatu harga mata uang lebih lanjut sehingga terjadi penurunan pada suatu mata uang.

Garis ini muncul karena adanya data history , jika kita mengetahui data history sampai dengan level harga berapa suatu harga mata uang akan jatuh ( Support ) maka para Investor akan siap – siap untuk beralih ke posisi buy dan menutup posisi yang sell yang masih terbuka.

Begitu juga sebaliknya, jika data history menunjukkan pada posisi Resistance maka para Investor akan mengakhiri posisi buy dan bersiap – siap untuk posisi sell .

Sementara penembusan batas Support dan Resistance bisa di sebabkan oleh dua hal, pertama terdapat isu – isu ekonomi, politik atau sosial yang memberikan dampak terhadap suatu nilai mata uang, dan kedua masuknya pemain – pemain besar yang baru yang tidak mengetahui batasan Support dan Resistance .

Sedangkan untuk teknik pengambilan data support dan Resistance ada banyak sekali mulai dari pengambilan data harga mayor tertinggi, pengambilan dengan teknik pivot, pengambilan data dengan teknik volume dan sebagainya.

Cara yang paling sederhana untuk mengetahui garis Support dan Resistance pengambilan data dari puncak – puncak tertinggi dengan skala waktu yang berbeda, yaitu satu jam, harian, sampai dengan bulanan. Dengan teknik itu anda bisa mendapatkan garis Support dan Resistance .

source www.belajarmarketiva.com

Moving Average ( MA )

Moving Average atau bisa diterjemahkan dalam bahasa indonesia pergerakan rata – rata. Yang dimaksud dengan pergerakan rata – rata disini adalah pergerakan suatu mata uang yang datanya diambil dari data pergerakan mata uang sebelumnya sesuai dengan periode yang di atur, untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi di bawah ini :

Asumsi pergerakan

Nilai Mata Uang

Periode Skala 2

Periode skala 4

Data 1

-

-

Data 2

= (1+2)/2 = 1.5

-

Data 3

= (2+3)/2 = 2.5

-

Data 4

= (3+4)/2 = 3.5

(1+2+3+4)/4 = 5

Data 5

= (4+5)/2 = 4.5

(2+3+4+5)/4 = 7

Data 6

= (5+6)/2 = 5.5

(3+4+5+6)/4 = 9

Data 7

= (6+7)/2 = 6.5

(4+5+6+7)/4 = 11

Data 8

= (7+8)/2 = 7.5

(5+6+7+8)/4 = 13

Fungsi dari Moving Average adalah meratakan gerakan pasar yang fluktuatif dan mengidentifikasikan arah pergerakan harga, juga dengan MA bisa menunjukan kekuatan trend dari kecuraman dari sudut garisnya. Dimana, Moving Average dapat digunakan untuk menentukan arah trend, untuk menentukan proteksi, untuk masuk atau keluar (entry maupun exit) untuk meratakan (smoothing) gerakan-gerakan harga yang terlalu kasar, untuk sinyal konfirmasi dengan menggunakannya sebagai sinyal CrossOver,dsb.

source dr www.belajarmarketiva.com

RSI (Relative Streght Index)

Diperkenalkan pertama kali oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 pada bukunya New Concepts in Technical Trading Systems. Nilai dari Rsi berada pada kisaran 0-100 (itulah sebabnya mengapa digolongkan sebaga indikator oscillator. Oscillate = berkisar ). RSI sendiri merupakan indikator yang membandingkan momentum harga yakni antara nilai pada saat ini terhadap daya tarik losses yang terjadi.

Secara matematis RSI dituliskan sebagai berikut:

Image

dengan RS adalah : Image

RS = Relative Strength, merupakan ratio antara dua buah XMA yang dihaluskan
AG = Average price gain pada periode yang ditentukan. Diperoleh dari total gain dibagi periode yang dipakai.
AL = Average price loss pada periode yang ditentukan. Diperoleh dari total loss dibagi periode yang dipakai.

Tadinya saya ingin mencantumkan cara perhitungan di atas tapi berhubung saya malas membuatnya, saya urungkan. Toh saya rasa tidak berguna juga bagi Anda. Kita cukup mengetahui apa itu RSI dan aplikasinya untuk kita.

Aplikasi RSI
RSI dapat kita gunakan untuk mengetahui hal-hal berikut ini:

• Kondisi overbought / oversold

• Divergence positif / negatif

• Momentum pergerakan harga

Akan saya jelaskan satu persatu cara mengetahui ketiga hal diatas menurut RSI.

Overbought / Oversold menurut RSI

Cara pengidentifikasian kondisi overbought / oversold dengan RSI sangatlah sederhana. Sederhana namun belum tentu mudah. Aturan umum yang berlaku adalah kondisi overbought diperoleh bila RSI memotong garis 70 dan oversold bila RSI memotong garis 30. Lalu apakah selalu 30-70 ? Tidak. Beberapa buku merekomendasikan 20-80 dan berbeda-beda untuk tiap pair yang kita tradingkan. Bisa saja untuk mata uang tertentu dalam kondisi tertentu batasan overbought / oversold berada pada 40-60, jadi bergantung mana yang sesuai. Lagi-lagi perlu dilakukan trial and error. Namun demikian sebagai sedikit panduan, RSI akan semakin akurat digunakan pada kondisi pasar yang efisien dan stabil. Sampai saat ini, pasar forex merupakan pasar yang paling stabil dan efisien dalam pergerakannya (harga lebih ditentukan oleh market dan sangat likuid). Jadi, sedikit banyak batasan 30-70 masih berlaku disini walaupun tidak mutlak.

Divergence Positif / Negatif menurut RSI

Sama seperti MACD, RSI juga dapat digunakan untuk menentukan divergence positif maupun negatif (bagi saudara yang lupa apa itu artinya divergence dapat kembali membaca mengenai indikator MACD). Cara membaca divergence pada RSI pun tidak bebeda dengan cara membaca divergence pada MACD.

Jika indikator RSI bergerak naik sementara harga sedang menurun, hampir dapat dipastikan bahwa harga akan bergerak mengikuti pergerakan indikator RSI yaitu kembali naik. Demikian juga sebaliknya bila RSI sedang menurun dan harga sedang naik, maka beberapa saat kemudian harga akan bergerak turun mengikuti arah pergerakan RSI.

The Centerline Crossover (Momentum)

Seperti juga pada MACD yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan momentum kenaikan/penurunan harga, RSI juga dapat digunakan untukhal yang sama. Bedanya jika pada MACD crossover terjadi pada garis nol maka pada RSI pada garis 50.

Cara membaca kekuatan momentum suatu harga sama seperti pada MACD yakni bila garis RSI menembus centerline (garis 50) dari bawah maka sedang terjadi trend kenaikan. Besarnya momentum sebanding dengan besar nilai RSI yang terjadi. Demikian juga berlaku sebaliknya. Mari kita perjelas dengan satu gambar:

False Signal pada RSI
Jangan menggunakan RSI sebagai indikator Anda tanpa membaca bagian ini terlebih dahulu!! Mengapa? Jika Anda cukup cermat memerhatikan gambar-gambar yang saya sajikan diatas pasti beberapa di antara Anda bertanya, mengapa ada beberapa keadaan dimana apa yang dikatakan RSI berbeda dengan keadaan yang sebenarnya?

Inilah yang disebut false signal alias sinyal palsu. Jika kita telusuri dari rumus RSI mula-mula dapat kita ketahui bawha pada dasarnya RSI bergerak dengan sangat sensitif. Sebuah indikator yang sensitif memungkinkan kita memiliki banyak “anjuran” untuk Buy/Sell menurut indikator yang bersangkutan. Itu keuntungannya. Namun itu pun menjadi sekaligus bumerang bagi kita karena dengan semakin banyaknya anjuran yang ada maka akan semakin banyak kesempatan untuk terjadi anjuran yang menyesatkan yang membawa kerugian besar.

Oleh banyak chartist, RSI tidak digunakan sendirian sebagai indikator utama karena sifat sensitifnya itu. RSI lebih sering dipakai sebagai penguat anjuran oleh indikator lain.

Lalu adakah cara untuk menghilangkan false signal pada RSI atau setidaknya mengurangi kepalsuan si RSI ini? Ada . Tentu saja ada. Cara yang paling sederhana adalah mencari periode yang terbaik pada RSI yang hendak kita gunakan. Ini kembali pada proses trial and error.

Nah, periode mana yang cocok, silakan Anda yang tentukan sesuai selera masing-masing. Saya sendiri jika hendak menggunakan RSI biasanya menggunakan periode 10 atau 14, namun saya kembalikan lagi pada Anda sebagai pembaca.

Cara lainnya lagi adalah mengurangi sifat sensitifitas RSI dengan memangkas bagian-bagian RSI yang terlalu keriting. Caranya dengan memberikan penghalus pada RSI menggunakan SMA.

Syamsir, Hendra. "Solusi Investasi di bursa saham" Alex media Komputido, 2005.

Copyright © 2008 - Blog Marketiva / AGEA - is proudly powered by Blogger
Rumah Online - X - PDA - Bisnis Internet - Get Money by Adsense